Jumat, 09 Desember 2011

Hey..Ladies! Ternyata Rokok Lebih Berbahaya Untuk Mu!




Salah satu dampak dari merokok adalah gangguan yang dapat menyebabkan penyakit jantung. Sebuah penelitian baru mengungkapkan bahwa perokok wanita terutama wanita muda lebih berisiko terkena penyakit jantung dibanding perokok pria pada umunya.

Penelitian ini memperlihatkan sistematis dan analisis dari data yang diterbitkan oleh kelompok penelitian yang memiliki empat database online. Hal tersebut dilakukan untuk membuat variasi pada penelitian sebelumnya yang sulit menyatakan apakan perbedaan jenis kelamin mempengaruhi peningkatan risiko terkena penyakit jantung.

Penelitian tersebut menemukan 86 kelompok kasus yang terjadi sejak 1 Januari 1966 hingga 31 Desember 2010 dengan menggunakan perbedaan metodologi. Rentang usia yang dilibatkan dalam penelitian ini dari usia 5 sampai 40 tahun.


Data tersebut melibatkan hampir empat juta orang dalam proses penelitiannya dengan menggunakan metode acak pada perbedaan berat badan secara terbalik. Hal ini berguna untuk memberikan para peneliti perkiraan risiko relatif (RR) dan rasio risiko relatif (RRR) pada pria dan wanita.


Salah satu peneliti yaitu, Dr Rachel Huxley dari University of Minnesota dan rekannya Dr Mark Woodward dari John Hopkins University, menemukan bahwa dalam 75 kelompok penelitian, yang melibatkan 2,4 juta orang, berisiko untuk mengidap penyakit jantung koroner. Ternyata perokok wanita 25 persen lebih berisiko daripada perokok pria. Ini meningkat rata-rata dua persen setiap tahunnya dibanding faktor risiko kardiovaskular lainnya. Demikian seperti yang dikutip Medikal Xpress. com, Jumat (12/8/2011).


Data dari analisis lain mengumpulkan 53 penelitian risiko relatif yang berhubungan dengan tingkat usia. Penelitian ini melibatkan 3,3 juta orang, yang juga menunjukkan risiko penyakit jantung koroner secara signifikan, penelitian ini kembali menunjukan bahwa wanita lebih berisiko daripada laki-laki. Ketika peneliti melihat risiko pada usia yang berbeda, wanita dengan rantang usia 60 sampai 69 tahun merupakan yang paling berisiko.


Studi tersebut dipublikasikan pada situs resmi The Lancet, belum diketahui dengan mengapa terjadi perbedaan yang sangat signifikan terkait tingkat risiko penyakit jantung koroner yang jelas ini terjadi karena perbedaan fisik (seperti tingkat lemak tubuh, yang dikenal dapat menyimpan racun), atau perbedaan perilaku seperti menghirup atau intensitas merokok.


http://pangkalan-unik.blogspot.com/2011/08/heyladies-ternyata-rokok-lebih.html

Tayangan 3D Dapat Merusak Mata

 Teknologi tayangan televisi dan film kini memasuki 3 dimensi. Namun dibalik kemajuan teknologi itu, dokter menemukan bahwa tayangan 3D punya dampak ke kesehatan penontonnya.


American Association of Optometrists (asosiasi dokter mata) menyelenggarakan survei online kepada para penonton tayangan 3D. Hasilnya, seperempat dari responden survei mengatakan mata mereka berkunang-kunang, pusing, sakit kepala, sakit mata, dan mual.

Hasil survei juga menyatakan, para penonton yang merasa dampak ini kapok menonton tayangan 3D lagi. Menurut Martin Banks, pakar mata dari  UCLA Berkeley, dampak tayangan 3D ke mata akibat objek tayangan yang 'menipu' mata manusia.


Mata manusia biasanya terpaku dan terus memfokuskan diri pada satu objek saat objek itu mendekat. Tapi tayangan 3D tidak membuat objek mendekat tapi memperlihatkan sederetan objek lain, ini membuat saraf mata bekerja lebih keras untuk fokus.

"Ini yang membuat mata merasa tidak nyaman dan lelah ketika menonton 3D," kata Banks.

Asosiasi Pakar Mata dari Inggris, juga mengeluarkan peringatan terhadap dampak gadget Nintendo 3D ke anak-anak. Menurut Nintendo, mata anak-anak butuh tayangan yang jelas dan tajam untuk perkembangan matanya. Tapi tayangan 3D tidak melakukan hal ini.


"Anak-anak harus beristirahat lima menit setelah memainkan atau menonton tayangan 3D selama sejam," demikian peringatan itu.


Tayangan 3D pertama kali memborbardir konsumen lewat film. Salah satu film 3D tersukses adalah Avatar yang berhasil meraup 237 juta poundsterling untuk versi 3D. Stasion televisi di Inggris, Sky, juga berencana mengudara dengan tayangan 3D yang mengharuskan penonton menggunakan kacamata.
 
Source: http://www.duniakita.info/2011/01/tayangan-3-dimensi-

katak penyembuh kanker




Para ilmuwan di Universitas Queen's, Belfast, Irlandia Utara, mendapat penghargaan atas hasil penelitian mereka tentang katak dan kulit katak tertentu yang dapat bermanfaat bagi pengobatan 70 penyakit utama.



Para ilmuwan itu memperoleh penghargaan untuk penemuan medis, the Medical Futures Innovation Awards, di London hari Senin (06/06).


Penelitian yang dipimpin oleh Profesor Chris Shaw di Perguruan Tinggi Farmasi Queen's itu mendapati dua jenis protein yang dapat mengatur bagaimana pembuluh darah tumbuh.



Kelompok peneliti tersebut adalah satu-satunya tim Irlandia Utara yang ikut serta dalam lomba untuk memenangkan penghargaan tahun ini.



Mereka mendapati bahwa protein dari jenis kodok tertentu (monkey frog) dapat menghambat pertumbuhan pembuluh darah dan dapat digunakan untuk membunuh sel tumor.



Profesor Shaw mengatakan bahwa kebanyakan sel tumor hanya dapat tumbuh sampai ukuran tertentu sebelum sel itu memerlukan pembuluh darah untuk tumbuh ke dalam tumor guna menyalurkan zat makanan dan zat oksigen yang amat penting.



"Menghentikan pertumbuhan pembuluh darah akan mengurangi kemungkinan menyebarnya tumor dan bisa jadi akan membunuh tumor itu," katanya.



"Hal ini memiliki potensi untuk mengubah kanker dari penyakit yang mematikan menjadi menjadi suatu kondisi kronis."



Tim yang dipimpin Profesor Shaw juga menemukan bahwa suatu jenis katak raksasa (firebellied) menghasilkan protein yang dapat merangsang pertumbuhan pembuluh darah dan dapat membantu penyembuhan pasien dari luka dan operasi secara lebih cepat.



"(Temuan) ini berpotensi untuk merawat berbagai penyakit dan kondisi yang memerlukan pembuluh darah untuk pengobatan lebih cepat, seperti misalnya mengobati luka, transplantasi organ tubuh dan kerusakan akibat stroke atau penyakit jantung," kata Profesor Shaw.



Menurut profesor tersebut, para ilmuwan dan berbagai perusahaan farmasi di seluruh dunia, kendati telah menghabiskan uang sampai sekitar US$5 miliar, belum berhasil mengembangkan obat yang dapat secara manjur mengena pada pembuluh darah, mengontrol dan mengatur pertumbuhannya.



"Tujuan usaha kami di Queen's adalah untuk membuka pintu potensi yang dimiliki alam - dalam hal ini zat yang ditemukan pada katak dan kulit katak - untuk mengurangi penderitaan umat manusia. Kami yakin alam ini menyimpan pemecahan atas berbagai masalah yang kita hadapi. Kita perlu mengajukan pertanyaan yang tepat untuk bisa menemukan pemecahan itu," kata Profesor Shaw.



"Akan sangat disayangkan kalau alam ini memiliki sesuatu yang berpotensi menjadi obat manjur bagi penyakit kanker dan kita tidak berusaha sebaik mungkin untuk membuatnya bermanfaat," ujarnya.



Menanggapi penemuan Profesor Shaw dan rekan-rekannya itu, anggota tim penilai Profesor Brian Walker dan Dr Tianbao Chen menyatakan ingin mendorong para ilmuwan agar membawa hasil penemuan mereka ke tingkat berikutnya.



"Gagasan Profesor Shaw ini benar-benar sangat inoatif dan menggembirakan di area yang kebutuhannya belum banyak terpenuhi," kata tim penilai itu.


"Amatlah penting untuk menyadari bahwa penemuan ini masih dalam tahap dini dan banyak usaha masih harus dilakukan sebelum sampai pada tahap pengobatan klinis."


http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2011/06/110607_frogcancer.shtml