Selasa, 25 Oktober 2011

Misteri Masa Lalu Istri Jet Li Terungkap


Li Zhi yang mampu membuat Jet Li memberikan segalanya.  (INTERNET)
Li Zhi yang mampu membuat Jet Li memberikan segalanya. (INTERNET)


Li Zhi adalah istri “Kaisar Kungfu” Jet Li yang setia mendampingi suaminya selama 20 tahun. Pada 1986, dengan kecantikan khas timur ia menggemparkan seluruh Asia dengan keberhasilannya merebut mahkota kecantikan Asia.
Pada September tahun yang sama, ia kembali meraih 3 penghargaan besar sebagai “Miss Perdamaian”, “Miss Fotogenik” dan “Miss Berbusana Terbaik” pada kontes kecantikan “Miss Pasifik”. Kejaran para fans membuatnya terperosok ke situasi rawan. Di dalam kerunyaman itulah ia berjumpa Jet Li dan berakhir dengan pernikahan.
Petaka di balik Banyaknya Penghargaan
Laporan 1986 yang dilansir “T.O.M. Entertainment” menyebutkan bahwa dengan kecantikan dan ukuran tubuh yang serasi, Li Zhi juga terpilih sebagai juara Miss Asia, mengakibatkan popularitasnya melonjak tajam dan meraih sukses besar. Dalam sekejap rumah Li Zhi dikunjungi banyak tamu, menyebabkan antrian panjang para fans dan mereka yang ingin melamarnya, termasuk di antaranya raja judi Makao. Kabarnya, saat itu istri si raja judi yang cemburu memerintahkan golongan hitam untuk membunuhnya.
Kala itu kalangan perfilman Hong Kong masih diskriminatif terhadap kaum seprofesi yang berasal dari daratan Tiongkok, ketika mereka mengetahui Li Zhi ternyata seorang “Nona Daratan”. Arah liputan media segera berubah dan mereka beramai-ramai ingin mengorek seluk beluk kehidupan pribadinya. Dalam waktu singkat Li Zhi jadi bahan obrolan di kalangan media.
Cinlok Saat Syuting “Dragon in the World”
Kabarnya, kala itu film perdana yang disutradarai Jet mengalami kegagalan, hingga akhirnya ia mengadu peruntungannya ke AS dan mencari nafkah melalui pelatihan kungfu. Suatu hari ia berjumpa sutradara kenamaan Hong Kong, Tsui Hark dan ia diminta membintangi serial “Huang Fei Hung (The Kungfu Master)".
Sejak saat itu namanya kembali bangkit di dunia perfilman. Saat berada di dalam kesulitan itulah, Jet Li bertemu Li Zhi yang kebetulan juga sedang menderita. Pada 1989 mereka bermain bersama dalam film arahan Tsui Hark berjudul “Dragon in the World”. Lantaran sama-sama berasal dari Tiongkok daratan, kedua insan tersebut memiliki banyak kesamaan dalam topik pembicaraan mereka, hingga di akhir pembuatan film hati mereka berdua diam-diam telah bersemi cinta.
Ironisnya, saat itu Jet Li sudah menikah dengan Huang Qiuyan kakak seperguruannya dan sudah memiliki 2 putri. Hal ini akhirnya membuat Jet Li terperosok ke dalam pilihan serba sulit dan menyakitkan. Waktu itu Jet Li dan Li Zhi bersama-sama mengembangkan karir mereka di Hong Kong dan hubungan mereka semakin dekat. Melihat hal ini, Huang Qiuyan merasakan pernikahannya telah kandas dan betul-betul putus harapannya, hingga pada 1990 ia menceraikan Jet Li.
Tedorong oleh rasa bersalah terhadap mantan istrinya, Jet Li menyerahkan hampir semua tabungannya kepada Huang Qiu-yan ketika bercerai sebagai “tebusan” atas dosa yang telah ia perbuat dan kedua putrinya ia serahkan kepada kedua kakaknya untuk diadopsi. Ia pun mulai lagi dari nol.
Hubungan Cinta Bagaikan Pena dan Tulisan
Trauma mengalami diskriminasi yang sulit dihapus, mantan juara Miss Asia Li Zhi yang kala itu cukup tersohor tidak lagi berketerikatan mengulangi ketenaran masa lampau, dengan konsekuen ia mengundurkan diri dari dunia hiburan dan cukup puas dengan perannya sebagai orang di belakang Jet Li. Jet Li pun dengan iklas memberikan segalanya bagi sang isri, bahkan jiwanya.
Li mengatakan: “Dia ibarat pena, saya tulisannya, tulisan dan pena tidak terpisahkan. Tiada pena, bagaimana mungkin ada tulisan? Demikianlah hubungan kami telah dipateri pada kehidupan kali ini.” Realitanya, mereka juga sedang saling memadu cinta dan toleransi untuk melaksanakan sumpah setia mereka untuk menjadi suami istri yang saling mengasihi selamanya.
Kini, Li Zhi sudah menjadi seorang istri kaya raya, karir Jet Li dalam bidang perfilman dan usaha karitasnya di bawah dukungan Li Zhi semakin lama semakin baik.


Sumber : http://www.epochtimes.co.id/entertainment.php?id=286

Senin, 24 Oktober 2011

Inilah Artis yang di Isukan Meninggal di Tahun 2011


Kabar kematian seorang selebriti pasti membuat penggemarnya sedih. Apalagi, jika kematian itu datang secara tiba-tiba.

Namun, banyak juga artis-artis yang dikabarkan meninggal ternyata masih dalam keadaan sehat. Sejumlah artis Hollywood pernah menjadi korban kabar bohong tentang kematian seperti itu.

Seperti dikutip dari Hollyscoop, Jumat (19/8/2011), inilah artis Hollywood yang pernah menjadi korban kematian hoax alias palsu di tahun 2011.

Jackie Chan
Artis laga asal Hongkong ini pernah dikabarkan meninggal pada bulan Maret lalu. Kemarin, Jackie kembali dikabarkan meninggal dan langsung menjadi trending topic di situs jejaring sosial. Kabar itu tentu saja bohong karena Jackie nyatanya sehat-sehat saja sampai saat ini.

Hillary Duff
Hillary dilaporkan telah meninggal dunia pada 11 Agustus lalu akibat jatuh dari tebing di sebuah lapangan golf di Selandia Baru.

Justin Bieber
Bulan Januari 2011 beredar pesan "RIP Justin Bieber" di Twitter. Sontak saja kabar itu langsung menjadi pertanyaan banyak orang dan menjadi trending topic di Twitter.

Lindsay Lohan
Karir Lohan mungkin saja hampir meredup, namun dia masih hidup. Bulan Juni lalu Lohan dikabarkan meninggal. Kabar itu berhembus setelah profil Lohan di wikipedia disebut meninggal pada usia 24 tahun. Akun Twitter palsu milik Kim Kardhasian juga ikut menghembuskan kabar bohong itu.

Will Smith
Bulan Mei muncul kabar Will Smith meninggal dalam sebuah kecelakaan. Dia juga disebut mati overdosis karena obat terlarang.

Charlie Sheen
Charlie dikabarkan meninggal bulan Juni karena serangan jantung. Rumor itu beredar luas dan terbukti tidak benar.

Avril Lavigne
Pusat pemberitaan yang sering mengabarkan kematian palsu artis melansir Avril tewas di awal januari 2011. Avril dikabarkan tewas dalam sebuah kecelakaan snowboarding.

Jim Carrey
Lagi-lagi Twitter menjadi alat ampuh menyebarkan kabar kematian palsu. Kali ini Jim Carrey yang menjadi korbannya. Jim dikabarkan tewas dalam sebuah kecelakaan saat bermain snowboarding.

Jaden Smith
Jaden Smith juga pernah dikabarkan meninggal karena kecelakaan ketika sedang berselancar ria.

Hugh Hefner
Bos majalah Playboy ini pernah dikabarkan meninggal di bulan Juli lalu. Banyak orang yang percaya dengan kabar ini mengingat usia Hefner sudah 86 tahun.

Eddie Murphy
Tanggal 8 Agustus lalu beredar desas-desus Eddie Murphy meninggal. Namun, perwakilan Eddie langsung membantah kabar itu dan menegaskan dia masih hidup.

http://celebrity.okezone.com/read/2011/08/18/33/493631/inilah-artis-yang-disebut-meninggal-di-tahun-2011

Pentagon Didik Orangnya Jadi Hacker


Departemen Pertahanan Amerika Serikat di Pentagon sedang melatih orang-orangnya untuk meretas atau meng-hack jaringan komputer mereka sendiri. “Untuk mengalahkan peretas Anda harus berpikir seperti mereka,” kata Jay Bavisi, Presiden International Council of Electronic Commerce Consultants atau EC-Council seperti yang dikutip CNN.

EC-Council adalah salah satu perusahaan yang dipilih oleh Pentagon untuk mengawasi pelatihan para pekerja Departemen Pertahanan (Dephan) Amerika Serikat (AS) yang berhubungan dengan keamanan komputer dan memberikan sertifikat ketika pelatihan itu selesai.

Dephan AS tidak melihat hal ini sebagai peretasan.
“Karyawan Dephan tidak diajarkan untuk meretas. Mereka belajar untuk mempertahankan jaringan (komputer) dari para peretas,” kata Letnan Kolonel Eric Butterbaugh, juru bicara Dephan.

Tetapi EC-Council menyebut program tersebut “Sertifikasi Peretas Beretika Resmi”. Tujuannya adalah mengajarkan pekerja Dephan mempertahankan jaringan komputer mereka.

Hampir 45.000 serangan terhadap komputer Dephan dicatat sampai pertengahan 2009, demikian catatan dilaporkan pemerintah.

Serangan terhadap jaringan komputer Dephan diperkirakan meningkat naik 60 persen
sampai akhir 2009, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Alhasil Pentagon merugi sebesar 100 juta dollar.

Bavisi mengatakan pelatihan itu fokus pada seni peretasan, menggunakan peralatan dan trik yang sama yang digunakan oleh para peretas tradisional.

Konsep utamanya adalah para karyawan Dephan itu akan menggunakan pelatihan itu untuk meretas ke dalam jaringan komputer Departemen, kata Bavisi.

Ketika mereka menemukan celah yang bisa digunakan untuk menyerang, mereka akan meningkatkan keamanan pada titik itu sehingga menghilangkan ancaman.

Selanjutnya mereka akan beraksi seperti pengawal bagi jaringan komputer Dephan.

Tujuan mereka satu-satunya adalah mempertahankan jaringan komputer Dephan, walaupun cara yang mereka gunakan sama dengan para peretas umumnya.

Jenis pelatihan seperti itu sebelumnya telah diterapkan di Dephan, pada sebuah tim
ad hoc, Bavisi melanjutkan.

Sekarang setiap bagian dan unit dari Dephan perlu memasukan program pelatihan
peretasan sebagai pilihan bagi para karyawan yang terlbat dalam kemanan dunia maya.

EC-Council mempunyai 450 mitra yang akan menangani standar peretasan yang telah
digunakan baik pebisnis maupun lembaga sipil selama bertahun-tahun.

Pelatihan itu memakan waktu 40 jam untuk instruksi dan 4.500 halaman bacaan tentang teknik-teknik peretasan mutakhir.

Menurut Bavisi, karyawan Dephan yang menyelesaikan pelatihan dan mendapat sertifikat tidak akan ditugaskan untuk meretas jaringan komputer pribadi atau jaringan sipil.

Tetapi jenis pelatihan lain, termasuk peretasan etis, bisa digunakan untuk merusak.

“Anda bisa mengajarkan saya untuk membelah menggunakan pisau dan saya kemudian bisa berbalik menikam Anda dengan pisau itu,” kata Bavisi.

Bayaran yang diterima EC-Council antara 450 dollar sampai 2.500 dollar tergantung
tingkat pelatihan yang diberikan. Belum jelas berapa orang yang akan dilatih.

source: http://beritahotheboh.wordpress.com/2010/03/16/pentagon-didik-orangnya-jadi-hacker/