Sabtu, 16 Juni 2012

Kanada Negara G20 Terbaik buat Perempuan, India Terburuk

Kebijakan yang mempromosikan kesetaraan gender, perlindungan terhadap kekerasan dan eksploitasi, serta akses kesehatan membuat Kanada jadi tempat terbaik buat perempuan di antara ekonomi-ekonomi terbesar dunia. Hasil ini diperoleh dari jajak pendapat global yang dilakukan terhadap para pakar.

Sementara pembunuhan terhadap bayi karena jenis kelamin, pernikahan anak, serta perbudakan menjadikan India negara terburuk di dunia buat perempuan.


Jerman, Inggris, Australia, dan Prancis juga masuk dalam daftar lima negara teratas dari kelompok G20 yang terbaik buat perempuan. Ada 370 pakar gender yang diwawancara oleh TrustLaw, layanan berita hukum yayasan Thomson Reuters.


Amerika Serikat ada di posisi enam, tapi ada pendapat yang terpecah akan semakin mengkhawatirkannya pemenuhan hak reproduksi di AS serta akses kesehatan murah.


Saudi Arabia, meski perempuannya memiliki tingkat pendidikan yang baik, dilarang mengendarai mobil, dan baru boleh memilih pada Pemilu di 2011, adalah yang terburuk kedua setelah India. Indonesia menjadi negara terburuk ketiga, kemudian Afrika Selatan (terburuk keempat), dan Mexico (terburuk kelima).


Polling ini diluncurkan sebelum pertemuan kepala negara G20 di Mexico, 18-19 Juni, menunjukkan bahwa realita buat wanita di banyak negara semakin buruk meski sudah ada undang-undang atau pakta yang mendukung hak-hak perempuan.


"Di
India, wanita dan anak-anak perempuan dijual, dinikahkan pada usia 10, dibakar hidup-hidup karena konflik mahar, lalu anak perempuan dieksploitasi sebagai buruh rumah tangga," kata Gulshun Rehman, konsultan program kesehatan dan pembangunan di Save the Children UK, salah satu yang diwawancara untuk jajak pendapat ini.

"Ini terlepas dari adanya Undang-undang Antikekerasan Domestik yang progresif pada 2005, melarang segala jenis kekerasan kepada wanita dan anak-anak perempuan."


TrustLaw juga meminta tenaga profesional, akademi, pekerja kesehatan, pembuat kebijakan, wartawan, dan pakar pembangunan dengan spesialisasi gender, untuk memberi peringkat pada 19 negara di G20 akan tempat terbaik dan terburuk jadi perempuan.

http://www.ghofur.us/

Yang dilihat adalah kualitas pelayanan kesehatan, bebas dari kekerasan, partisipasi politik, kesempatan di tempat kerja, akses ke pendidikan dan hak kepemilikan, serta kebebasan dari perdagangan manusia dan perbudakan.

Kanada dinilai memiliki akses ke kesehatan, tingkat pendidikan yang baik, dan undang-undang untuk melindungi perempuan, serta tidak membolehkan pernikahan dini.


Amerika Serikat, meski punya undang-undang hak sipil serta antikekerasan domestik, menyediakan akses ke pendidikan serta kesetaraan di tempat kerja, tapi akses terhadap kontrasepsi serta aborsi masih dibatasi. Perempuan pun di AS masih mengalami pembatasan akses terhadap layanan kesehatan murah.


Meski polling ini berdasarkan persepsi dan bukan statistik, data PBB mendukung persepsi para pakar tersebut.


Indeks Ketidaksetaraan Gender (
Gender Inequality Index-GII) yang melihat kesehatan reproduksi, pasar tenaga kerja, serta pemberdayaan perempuan memberi peringkat yang sama terhadap tiga negara yang disebut di atas sebagai tempat terburuk bagi perempuan (India, Saudi Arabia, dan Indonesia).

Meski, dalam peringkat GII ini, Saudi Arabialah yang terburuk, baru India jadi negara terburuk kedua.


Ketika dibandingkan untuk negara terbaik bagi perempuan, peringkat GII tidak sama dengan data di atas. Menurut GII, Jerman, Prancis, dan Korea Selatan adalah tiga negara terbaik. Kanada menjadi nomor tujuh, dan Amerika Serikat di peringkat 10.


Berikut peringkat lengkapnya:


1. Kanada

2. Jerman

3. Inggris

4. Australia

5. Prancis

6. Amerika Serikat

7. Jepang

8. Italia

9. Argentina

10. Korea Selatan

11. Brasil

12. Turki

13. Rusia

14. Cina

15. Meksiko

16. Afrika Selatan

17. Indonesia

18. Arab Saudi

19. India

http://www.ghofur.us/2012/06/kanada-negara-g20-terbaik-buat.html

Kamis, 14 Juni 2012

Survei Tembok Raksasa China Bikin Gusar Korsel

http://www.ghofur.us/
Survei Tembok Raksasa China Bikin Gusar Korsel

Pemerintah Korea Selatan akan memeriksa dengan seksama survei baru China yang menyatakan tembok raksasa ternyata mengular hingga masuk ke wilayah negaranya.

Pemerintah China mengumumkan pertengahan pekan lalu bahwa benteng kuno ini sebenarnya dua kali lebih panjang dari yang diperkirakan sebelumnya.

Untuk pertama kali pengukuran resmi tembok raksasa menyimpulkan strukturnya membentang sepanjang 21.196 kilometer, yang merevisi estimasi pada 2009 yang hanya 8.852 kilometer.

Penelitian China mengklain bagian timur melingkupi beberapa daerah yang termasuk wilayah kerajaan Korea kuno. Para pejabat di Seoul tentu sewot dibuat oleh kesimpulan penelitian China yang tergesa-gesa ini dan mereka akan mengevaluasi survei secara menyeluruh.

“Prinsipnya pemerintah tidak mengabaikan distorsi sejarah karena bisa langsung menyangkut hubungannya dengan identitas etnik Korea,” kata wakil juru bicara Kementerian Luar Negeri Han Hye-jin kepada para wartawan, seperti ditulis koran Korean Herald terbitan Jumat (8/6).

"Kita masih meneliti dengan seksama seluruh teks survei ini dan akan mengambil tindakan tegas (jika ada bukti distorsi).” Sejarawan dan aktivis Korsel menyebut klaim China ini sebagai "upaya politik untuk mengagungkan teritorial tua sebagai negara multietnis dan merasionalisasikan penindasan atas kelompok-kelompok minoritas”.

Survei ini dilakukan Dinar Warisan Budaya serta Badan Negara Survei dan Pemetaan China mulai 2007. Kedua badan ini mengaku telah menemukan benteng yang membentang di 15 provinsi termasuk provinsi otonom barat seperti Xinjiang, dan beberapa daerah timur yang termasuk wilayah Goguryeo dan Balhae di wilayah kerajaan Korea tua yang sekarang masuk wilayah Korea Utara dan Manchuria Selatan.

http://www.ghofur.us/

Peneliti China sebelumnya mengatakan survei Tembok Raksasa ini hanya termasuk struktur yang dibangun selama Dinasti Ming, yang berlangsung dalam kurun waktu 1368-1644. Tapi menurut survei terbaru Tembok Raksasa juga dibangun oleh kekaisaran Qing dan Han yang lebih tua.

Yayasan Sejarah Asia Timur Laut yang berpusat di Seoul mengatakan studi terbaru ini memiliki "kesalahan faktual" karena memperhitungkan tidak hanya potongan Tembok Besar tetapi juga benteng-benteng besar dan kecil lainnya tersebar di utara China.

"Bentangan itu sebenarnya tidak sepanjang Tembok Besar yang dipanjang-panjangkan, tetapi diakumulasikan dari berbagai tembok yang berbeda-beda,” ujar seorang peneliti. China telah dituduh terus berupaya memanjang-manjangkan Tembok Besar sejak menerapkan undang-undang yang dirancang untuk melindungi tujuan wisata utama pada 2006.

http://www.ghofur.us/

Pada 2009, menurut klaim China, Tembok Raksasa membentang lebih dari 8.852 kilometer, ini berarti bentangannya sudah melampaui panjang bentangan yang dibuatdi 2006 yang hanya 6.000 kilometer.

Kontroversi muncul saat penelitian ini mendefiniskan Tembok Bakjak yang dibuat ooleh Kekaisaran Goguryeo yang kini masuk wilayah Dandong di Korea Utara, sebagai bagian dari Tembok Besar. Namun tidak jelas apakah survei terbaru mengulang klaim yang sama.

Bekas wilayah kerajaan Goguryeo telah berulang kali menjadi sumber ketegangan diplomatik antara Seoul dan Beijing. Apa yang disebut Proyek China Timur Laut bertujuan untuk memverifikasi bahwa timur laut China selalu di bawah kontrol Beijing.

Kekaisaran Goguryeo, yang berlangsung dari 37 SM (sebelum masehi) hingga 668 masehi, dianggap memiliki masa gilang gemilang kejayaan menurut para cendekiawan dan ulama Buddha. Nama modern Korea juga berasal dari kekaisaran ini.

Tembok Raksasa dibuat untuk menangkal serangan asing yang dibangun lebih dari 2.200 tahun silam. Kemudian diperluas oleh dinasti-dinasti selanjutnya yang berjaya di China.

Menurut penelitian, hanya 8,2% tembok asli yang utuh saat ini. Struktur buatan manusia terbesar di dunia ini terdaftar sebagai situs Warisan Dunia Unesco pada tahun 1987. Kelompok-kelompok minoritas di China termasuk yang tinggal di Xinjiang dan Tibet telah lama memprotes pemerintah pusat. Mereka menuntut kemerdekaan atau otonomi yang lebih besar.

Beijing telah dikritik karena melakukan represi terhadap kebudayaan dan kegiatan keagamaan meskipun pemerintah China selalu menyangkal tuduhan itu. Sekitar sembilan juta warga Uighur Muslim diketahui tinggal di Xinjiang, yang diduga keturunan saudagar-saudagar Turki yang berdagang hingga ke China.

Dalai Lama, simbol Tibet dan pemimpin spiritualyang hidup dalam pengasingan, telah sering menohok hubungan bilateral antara China dan negara-negara demokrasi Barat.

Klaim Tembok Raksasa mengular sampai si Manchuria Selatan hingga ke Korea ini sebenarnya mirip dengan sengketa kepulaan Spartly. China mengklain gugusan pulau-pulau Spartly adalah tempat meneduh nelayan-nelayan tradisional China, yang secara historis masuk wilayah China.

Kenyataannya, kepulauan Spratly sangat dekat dengan Filipina dan sangat jauh dari daratan China. Nah upaya serupa dilakukan China yang percaya wilayah kerajaan tua China merangsek hingga ke semenanjung Korea.

Cara Melepaskan Diri dari Pasir Hisap

Pasir hidup adalah mekanisme paling unik alam semesta, ia mungkin terpendam di pantai tepi sungai atau bahkan mungkin di halaman belakang sekitarnya, dengan tenang menunggu orang-orang mendekat, membuat orang sulit maju ataupun mundur.

Pasir Hisap

Pada tahun 1692, di pelabuhan Jamaika, pernah terjadi pasir hidup yang terbentuk dari larutan tanah akibat gempa, belakangan menyebabkan 1/3 kota hilang, dan tragedi yang menewaskan 2000 jiwa manusia.

Danau yang tampak tenang di selatan Inggris, fyord atau teluk sempit di Alaska yang indah tapi berbahaya dan daerah lainnya pernah terjadi peristiwa manusia terperangkap ke dalam pasir hidup.


Namun, sebagian besar orang kerap tidak pernah menjumpai pasir hidup, apalagi menyaksikan sendiri orang terperosok ke dalam pasir hidup atau mengalaminya sendiri. Kesan orang-orang terhadap pasir hidup terutama berdasarkan berbagai film yang ditontonnya. Suasana atau pemandangan yang diciptakan dalam film melukiskan pasir hidup adalah suatu momok yang dapat menghisap manusia ke lubang tak berdasar.


Akan larut jika permukan pasir hisap terganggu

Seorang ilmuwan dari Universitas Amsterdam, Belanda yakni Daniel Bonn pernah menemui seorang gembala setempat. Sang gembala menunjuk pasir hisap sambil berkata pada Bonn, bahwa pernah ada unta terperosok ke dalam kemudian lenyap tak berbekas.

Lalu segera ia melakukan penyelidikan terkait setelah kembai ke negaranya. Ia membawa sampel pasir ke Belanda dan menganalisis komposisinya. Setelah menemukan bahwa campuran tersebut terdiri atas pasir berkualitas tinggi, tanah liat, dan air garam, Bonn bersama timnya membuat tiruan pasir hisap dalam jumlah besar.


Ia mengamati dan menganalisa dengan cermat puluhan film yang melukiskan pemandangan pasir hisap yang menelan manusia itu, dan mendapati bahwa gambaran yang dilukiskan film-film ini sepenuhnya salah dan keliru.


Kemudian, di dalam laboratoriumnya, Bonn mencampurkan pasir, tanah liat dan air garam, membentuk sebuah maket pasir hidup dalam ruangan kecil untuk diteliti. Setelah percobaan secara berulang-ulang, personil peneliti yang dipimpin Bonn mendapati, bahwa perlu waktu beberapa hari untuk membuat pasir menjadi lengket.


Sebaliknya sangat mudah kalau hendak menghilangkan viskositasnya (sifat merekat), yakni cukup diberi tekanan yang pas di permukaannya. Permukaannya akan segera “larut” dengan cepat jika mendapat gangguan gerak, pasir di permukaan akan menjadi gembur (lembek), dan pasir di lapisan yang dangkal juga akan merosot ke bawah dengan cepat.


Gerakan perpindahan ini membuat benda yang bergerak di permukaan pasir tenggelam ke bawah, kemudian seiring dengan meningkatnya kedalaman penenggelaman tersebut, pasir yang jatuh ke bawah melalui gerakan perpindahan dari lapisan atas perlahan-lahan akan menyatu, lalu akan menciptakan endapan yang tebal, sehingga viskositas atau sifat merekat pasir bertambah cepat, mencegah obyek terperosok lebih jauh.


Butuh kekuatan mengangkat sebuah mobil

Menurut hasil penelitian, bahwa orang yang terperosok ke dalam pasir hisap umumnya tidak bisa bergerak, densitas pasir yang meningkat kemudian merekat di bagian anggota badan bawah yang terperosok dalam pasir hisap tersebut, membentuk tekanan yang sangat besar pada tubuh, membuat kita sangat sulit mengeluarkan tenaga.

Orang yang sangat besar tenaganya sekalipun juga sulit dalam waktu singkat bisa mengeluarkan korban yang terperangkap dalam pasir hisap tersebut. Setelah di kalkulasi peneliti terkait, bahwa untuk mengeluarkan satu kaki korban yang terperangkap dengan kecepatan 1 cm/ detik saja butuh kekuatan 100 ribu Newton, atau kurang lebih setara dengan kekuatan mengangkat sebuah mobil ukuran sedang.


Kecuali dibantu dengan mobil Derek, jika tidak sulit sekali mengeluarkan korban yang terperangkap dalam pasir hisap tersebut dalam waktu singkat. Hasil penelitian terkait juga menunjukan, menurut hitungan kekuatan ini, jika secara paksa menyeret korban, maka sebelum pasir hisap “melepaskan” korban yang terperangkap, tubuh korban sudah putus tertarik oleh kekuatan yang besar itu.


Resiko yang diakibatkan tindakan demikian jauh lebih berbahaya dibanding membiarkan korban tetap berada dalam pasir hisap tersebut untuk sementara waktu.


Bagaimana menyelamatkan diri dari perangkap

Sebenarnya sebagian besar pasir hisap tidak jauh berbeda dengan pasir pada umumnya, tidak menyeramkan sebagaimana yang dilukiskan dalam film. Secara prinsipal, ia hanya pasir yang telah diresapi air, karena friksi (gaya gesek) antar butiran pasir berkurang, sehingga menjadi campuran pasir dan air setengah cair yang sulit mendukung. Pasir hidup biasanya dijumpai di sekitar pantai.

Menurut Benn, bahwa hanya ada satu keadaan pasir hisap dapat menenggelamkan manusia (mati tenggelam), yaitu ketika bagian kepala lebih dulu masuk ke dalam, namun kemungkinan terperosok dengan cara demikian sangat kecil. Orang yang terperosok ke dalam pasir hisap hanya merasakan sedikit tekanan pada bagian dada, agak sulit bernapas, tidak akan mengancam jiwa. Air pasang di dekat pasir hidup barulah musuh yang menakutkan bagi korban yang terperangkap.


Orang-orang keliru menafsirkan bahwa dengan menggoyangkan kaki bisa melonggarkan pasir di sekitar badan, sehingga dengan demikian dapat membantu anggota badan untuk keluar dari dalam pasir. Ilmuwan terkait menuturkan, sebetulnya bukan begitu, gerakan demikian hanya akan mempercepat endapan tanah liat, memperkuat viskositas (sifat merekat) pasir hisap, meronta membabi buta hanya akan membuat korban terperosok lebih dalam.


Benn mengatakan, “cara untuk terlepas dari pasir hisap tetap ada, yaitu korban yang terperangkap harus menggerakkan secara perlahan kedua kakinya, agar air dan pasir semaksimal merembes masuk ke daerah hampa, dengan begitu akan dapat mengurangi tekanan badan si korban, sekaligus membuat pasir agar perlahan-lahan menggembur.


Selain itu, sang korban juga harus berusaha agar anggota badannya terpisah, sebab jika area permukaan pasir yang disentuh badan semakin besar, maka daya apung yang didapat akan semakin besar. Asalkan korban memiliki kesabaran yang cukup, dengan gerakan yang cukup tenang dan santai, maka secara perlahan pasti akan terbebas dari perangkap pasir hisap.


Selain itu hasil penelitian juga mendapati, saat suatu obyek terperosok ke dalam pasir hisap, kecepatan terbenamnya ditentukan oleh densitas obyek tersebut. Densitas pasir hidup umumnya 2 g/milliliter, sedangkan densitas manusia adalah 1g/milliliter. Di bawah densitas demikian, tubuh manusia yang terbenam ke pasir hidup tidak akan mati tenggelam, kerap akan berhenti sampai sebatas pinggang.


Selain itu peneliti juga mendapati, bahwa meskipun sejumlah obyek yang berdensitas lebih besar dari pasir hidup, tapi tetap bisa mengapung di atas pasir hidup. Dalam percobaan terkait, mereka kemudian meletakkan bola aluminium yang berdensitas 2.7g/mililiter di atas permukaan pasir hisap.


Dan meskipun densitasnya lebih besar dari pasir hidup. Namun karena mendapat pengaruh daya apung pasir hisap dan tegangan pasir, maka bola aluminium tetap bisa dengan tenang berada di permukaan pasir hidup. Bola tersebut tidak tenggelam hingga para peneliti menggetarkan pasir hisap dan membuat gerakan yang menyebabkan campuran lebih cair. Ketika melakukan hal ini, bola aluminium benar-benar seluruhnya tenggelam.


Namun saat menggunakan bola aluminium yang memiliki kerapatan sama dengan manusia yang berarti lebih rendah daripada kerapatan pasir hisap, bola tersebut tidak pernah tenggelam walaupun campuran diperlakukan dengan kasar.


Jatuhnya objek ke pasir hisap menyebabkan pastikel pasir bercampur air kehilangan kestabilan. Jika terus diberi tekanan, campuran tersebut akan berubah menjadi lebih cair di permukaan dan sangat padat di dasarnya.


“Semakin besar tekanannya, semakin banyak cairan yang terbentuk di pasir hisap sehingga gerakan korban membuatnya terperosok semakin dalam,” kata Daniel Bonn, pemimpin penelitian dari University of Amsterdam sebagaimana ditulis dalam jurnal Nature.


Berdasarkan pengukuran terhadap peralatan aluminium ini, meningkatkan tekanan fisik ke partikel sebesar 1 persen menyebabkan kecepatan tenggelamnya naik sejuta kali. Bonn menambahkan bahwa menarik benda dari pasir pada tahap ini membutuhkan kekuatan setara mengangkat mobil berukuran menengah.


Sabar dan tenang

“Yang paling berbahaya adalah apabila pasir hisap cenderung menarik dengan cepat,” katanya. Tapi, kesabaran dapat menyelamatkan Anda. Jika ditunggu dengan sabar, partikel pasir lambat laun akan stabil sehingga daya apung campuran tersebut akan mengangkat Anda ke atas.

Kami mengetahui bahwa lapisan pasir di bawahnya lebih rapat sedangkan air lebih banyak di lapisan atas. Lapisan pasir yang sangat pekat di bawah sangat sedikit mengandung air sehingga sulit melepas kaki yang terperosok ke dalamnya,” lanjut Bonn.


Sarannya, tetaplah tenang dan biasanya Anda akan terapung. Luruskan punggung Anda untuk memperluas area yang bebas dan tunggu hingga kaki bebas dari pasir. Bonn juga menyarankan agar kaki bergerak untuk mengendalikan air sehingga Anda terapung. “Anda harus memasukkan air ke dalam pasir dan cara yang paling mudah adalah memutar-mutar sekitar kaki di dalam pasir hisap,” tambahnya.


Saran tersebut kemungkinan besar benar. Buktinya, bola aluminium kedua dalam percobaan ini tidak tenggelam lebih dari setengah bagian. Meskipun bola tersebut hanya empat milimeter diameternya, kerapatannya sama dengan manusia sehingga bisa digunakan sebagai model manusi